DAPAT BEASISWA 2+1 dalam Waktu Bersamaan! Rezeki atau Ujian?! (Part 1)


Salah satu impian sejak bertekad untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi adalah mendapatkan beasiswa. "Kemana pun dan dimana pun yang penting dapet beasiswa!" ucapku yang dulu sedang berkeinginan kuat untuk meraih cita ke negeri matahari.

            Hal yang terlihat kontradiktif jika dibandingkan dengan cerita yang pernah di post sebelumnya. Bagaimana bisa seseorang yang seperti terlihat masih ragu untuk kuliah tapi juga memiliki tekad untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi bahkan tekad memiliki beasiswa. Terdengar aneh memang. Tapi yang aku pelajari dari kasus manusia semacamku ini adalah bagaimana seorang manusia berupaya untuk keluar dari zona ketidaknyamanannya dan sempat tergoda dengan bisikan syaitan. But yeay Alhamdulillah aku tidak terjebak! Doakan semoga hingga akhir tetap istiqomah ya.

            Sedikit bercerita sebenarnya dulu ketika SMA aku sangat ingin untuk kuliah keluar negeri. Kemana pun deh asal keluar negeri, tapi yang paling ku incar saat itu adalah negeri matahari, Jepang. But, because of satu dan lain hal aku tidak memperjuangkan mimpiku itu. Negeri kedua yang ingin ku jejaki untuk menimba ilmu lebih-lebih ku inginkan setelah jepang adalah negeri Konstatinopel, Turki.

            Lanjut aja deh. Biar tidak berpanjang kata. Jadi sih intinya gue mau berbagi cerita tentang pegalaman dapat beasiswa 2+1 dalam waktu bersamaan. Sekarang kita pakai bahasa unformal ya.

            Setelah mengalami fase naik turunnya semangat untuk kuliah keluar negeri gue memutuskan untuk pause sebentar keinginan kuliah ke luar negeri untuk jenjang S1, karena setelah ditimbang-timbang kayanya lebih baik gue menjalani apa yang sedang gue jalani sekarang, yaitu kuliah di IPB. But walaupun di pause nih, hajat gue buat dapat beasiswa gak pernah surut. Dalam sujud gue selalu meminta kepada Yang Maha Kaya untuk memberikan gue rezeki dari celah manapun yang Ia sukai, gue gak plek minta rezeki itu ngalir lewat beasiswa, tapi yang gue minta “Jika rezeki itu lewat perantara Ibuku, maka lancarkan lah usaha dan rezeki ibuku, jika rezeki itu melalu beasiswa, maka permudah lah aku untuk mendapatkannya ya Allah.”

            Seinget gue doa dengan format seperti itu belum lama gue panjatkan ketika gue lagi mencoba apply my first effort to get scholarship, doa itu gue panjatkan pas lagi kayak berharap buat dapetin that’s scholarship, but di satu sisi gue ngerasa bersalah sama Allah karena seperti terkesan gue berharap sama beasiswa tersebut ketimbang sama Ia yang Maha Mengatur Rezeki.

            Selama liburan akhir semester dua kemaren, tepatnya setelah uas semester dua kelar gue mulai tuh berburu beasiswa. Dari beberapa info beasiswa yang gue dapet yang memenuhi kriteria adalah beasiswa BCA dan Beasiswa Unggulan. Untuk beasiswa BCA persyaratannya lebih mudah ketimbang beasiswa unggulan, tahap awalnya hanya melengkapi form online yang telah disediakan di website. Karena lebih mudah ketimbang beasiswa unggulan, gue lebih memilih mengisi form dari BCA terlebih dahulu.

Nah waktu lagi ngisi form, gue rada lupa berapa IP semester satu kemarin, kebetulan kertas perolehan IP gue ada di rumah Jakarta, dan waktu PPKU (masa tingkat pertama di IPB) IP itu belum keliatan di SIMAK IPB jadi gabisa langsung ngecek. Dan yang bodohnya gue tetap aja lanjut input IP dengan kepedean gue plus kesotoyannya. Sudahlah gue mengisi IP yang berbeda koma sedikit lebih tinggi dari IP gue seharusnya. Because of lupa IP. Dari situ ngerasa hopeless aja sih, baru pertama aja sudah melakukan kecerobohan.

            Beasiswa BCA ini tergolong cepat pengumumannya kurang lebih sebulan. Pas pengumuman, cerita tuh sama nyokap kalau ga keterima beasiswa BCA, dari bincang-bincang hangat itu gue baru inget kalau BCA kan termasuk bank konvensional yang masih menjalani riba dan nyokap juga kurang sreg, wallau ‘alam gimana syariat islamnya. Tapi disini hikmah yang bisa dipetik adalah mungkin Allah mau memberikan gue rezeki lewat jalan yang jauh lebih baik.

            Buat yang mau tau informasi beasiswa BCA, ini link yang bisa kalian akses Website Informasi Beasiswa IPB atau Website Resmi Beasiswa BCA Finance.

Next, kita beralih ke Beasiswa Unggulan, karena waktu itu udah hopeless sama beasiswa BCA, gue gak mau terulang lagi nih kecerobohan serupa untuk kedua kalinya. Jadi gue benar-benar berusaha teliti ketika lagi input semua persayaratan administrasinya, gue bikin check list untuk semakin meningkatkan tingkat ketelitian.

Persyaratan administrasinya sedikit banyak memakan waktu liburan, karena gue harus mondar-mandir kosan-kampus untuk ngurus surat ini itu plus ditambah ini adalah pertama kali banget gue ngurus surat-surat jadi ya banyak tanya sama pelayanan mahasiswa, yang harusnya mondar-mandir mungkin cukup dua kali malah jadi lebih dari dua kali.

            Tidak hanya ngurus surat aja nih gengs yang memakan waktu, tapi gue harus menyiapkan essay dan proposal rencana studi yang make me a little bit stress sih heuehu secara proposal rencana studi nyantumin juga judul skripsi yang akan kita tulis nanti. Mahasiswa tingkat pertama tau apa sih? Jangankan judul, skripsi aja belum dipikirin haha. Dan disini waktu yang gue punya mulai dari ngurus surat, nulis essay, proposal rencana studi dan segala macamnya itu cuma 10 hari. Bagi gue itu waktu yang singkat, belum ditambah tiba-tiba ga mood nulis dan trouble lainnya.

            Setelah input segala persyaratan, tinggal lah waktu menunggu. Pengumuman beasiswa Unggulan ini kalau gak salah agak lama, saking lamanya sampe gak gue tungguin lagi, gue pasrahin aja sama yang diatas. Bahkan H1 pengumuman Beasiswa Unggulan gue baru tau setelah diberi tahu oleh seseorang kalau ternyata sudah pengumuman, langsung deh cek e-mail dan setelah buka e-mail Alhamdulillah gue dinyatakan lolos seleksi administrasi dan hari sabtu di minggu yang sama gue diminta datang wawancara di Hotel kawasan Jakarta Barat.

            Bulan berganti bulan, setelah proses wawancara, yang gue lakukan hanya memasrahkan kepada yang diatas seraya berdoa setiap harinya untuk takdir yang terbaik. Dan ketika tiba waktunya pengumuman *jengjeng* yang keluar adalah begini :

e-mail dari Beasiswa Unggulan Kemdikbud

            Lega rasanya. Alhamdulillah. Belum rezeki. Allah masih memberikan aku kesempatan untuk move on mencari rezeki dari celah yang lain. Lagian rasanya diri ini belum pantas untuk berhasil hanya dengan satu percobaan.

            Njuuttt, waktunya MOVE ON!
            Awal semester tiga, informasi tentang beasiswa banyak lagi tuh bermunculan. Gue daftar beasiswa PPA dan Bazma Pertamina. Setiap beasiswa yang gue daftar, entah mengapa ada aja kisah tersendiri yang unik, Insya Allah akan gue khususkan tersendiri ceritanya.

            Singkat cerita, pengumuman pertama yaitu beasiswa PPA, Alhamdulillah lolos. Bersyukur banget Alhamdulillah lolos tapi rasanya masih galau karena jujur hati ini lebih berharap ke beasiswa Bazma Pertamina. Astaghfirullah.. Jadi bersyukur atau engga sih? Hehe

            Pengumuman Beasiswa Bazma nunggunya tuh lama banget bikin galau apalagi setelah ditambah desas-desus kalau mahasiswa gak boleh nerima double beasiswa, rasanya tuh… HMM udah mikir yang enggak-enggak pasti bakal gak keterima nih beasiswa Bazma karena udah keterima beasiswa PPA. Saking galaunya saat itu, gue chat admin instagramnya Bazma, curhat lah apa yang gue alami. Untungnya adminnya baik banget, ngebales dan menginfokan ke gue kalo besok akan ada update pengumuman beasiswa Bazma.

            Keesekokan harinya, pagi bertemu siang, siang bertemu malam tak juga kunjung datang pengumuman beasiswa Bazma. Gak bisa tidur dong gue. Eh gak deng lebay. Waktu itu emang belum tidur karena lagi nugas.

            Selesai nugas, sebelum tidur sekitar pukul setengah sebelas gue ngecek lagi e-mail. Sambil di refresh-refresh tuh e-mail kali aja keluarnya cepet, kali aja bisa jadi pengantar tidur juga. Eh ternyata gak ada tuh e-mail baru. Coba lagi deh di refresh siapa tau beruntung. Dan kalian tahu apa yang keluar?

*JENGJENG*
Ini sangat mengejutkan jantungku, yang muncul adalah hal yang sduah tidak diharapkan lagi,
dia yang dulu pergi meninggalkanku sendiri,
kini datang kembali…
 
e-mail dari Beasiswa Unggulan Kemdikbud

Aneh gak sih kalian kalau jadi gue? Lagi ngarepin B nih eh yang datang A duluan. Ini maksudnya apa ya? Mau ngerjain gue atau gimana ya? Haha

            Dan tidak lama selang setelah menerima e-mail yang tidak diharapkan tersebut. E-mail yang memang sesungguhnya diharapkan akhirnya datang menyatakan bahwa aku lolos seleksi wawancara dan diterima sebagai penerima beasiswa Bazma Pertamina.

            Nah, jadi gimana nih kalau kalian diposisi aku dapat tiga beasiswa dalam waktu yang bersamaan? PIlih beasiswa PPA, Unggulan atau Bazma? Apa tiga-tiganya aja? Hmm maruk ya.

            Mau tau akhirnya aku ngambil beasiswa yang mana? Simak dikisah selanjutnya ya, readers!


Salam Cinta dari Ms.B! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Consumer Behavior Class (IKK 233)

(Lanjutan) PART 2 - The Turning Point of My Life, Semua Berawal dari Cinta

PART 1 - The Turning Point of My Life, Semua Berawal dari Cinta