(Lanjutan) PART 2 - The Turning Point of My Life, Semua Berawal dari Cinta
Aku bukan anak berprestasi. Abi meninggal ketika aku sedang pekan UAS. Nilaiku anjlok. Ibuku yang aku panggil dengan sebutan Umi pulang dengan membawa raportku dengan nilai yang jauh dari kata memuaskan. Aku ranking 20 besar dari total 32 murid di kelas. Saat itu aku tambah sedih. Aku merasa amat bodoh. Aku merasa aku sebagai anak belum pernah bisa membahagiakan orang tua, minimal dari segi yang dapat aku lakukan saat itu yaitu meraih nilai yang memuaskan . Aku bangkit. Mendongkrak nilaiku dengan dalih ingin membahagiakan orang tua. Dengan usaha, kerja keras, dan tentunya doa. Ternyata aku membuktikan bahwa aku bisa. Saat itu rankingku melejit 10 tingkat dan menjadi bagian dari 10 besar. Setan menggoda. Saat itu aku masih dalam keyakinan bahwa menjalin hubungan dengan lawan jenis (pacaran) itu adalah hal yang tidak masalah, walaupun posisinya aku tau pacaran itu tidak boleh, namun seakan kebiasaan masyarakat sekitar dengan apa yang aku tau menjadi tercampur-adukan ...