Consumer Behavior Class (IKK 233)




Nusaibah Abdul Aziz
H24160032



Departemen Manajemen (www.manajemen.fem.ipb.ac.id)
Fakultas Ekonomi dan Manajemen (www.fem.ipb.ac.id)
Institut Pertanian Bogor (www.ipb.ac.id)
Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)

Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id,
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc




Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. 
Jakarta: PT Ghalia Indonesia.


Kuliah Rabu Pagi 14 Februari 2018

Saya Nusaibah Abdul Aziz, mahasiswi Dapartemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manjamen, Institut Pertanian Bogor. Sudah dua pekan ini saya megambil kelas Perilaku Konsumen sebagai Minor dengan dosen Bapak Prof Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc dan Ibu Dr. Megawati Simanjuntak, S.P, M.Si.

Rabu pekan kedua, kelas diisi oleh Bapak Prof Dr. Ir. Ujang Sumarwan, atau yang biasa kita sapa dengan Pak Ujang dengan topik pembahasan kepribadian dan konsep diri. Pada blog saya kali ini, saya ingin berbagi sedikit mengenai isi perkuliahan yang telah disampaikan oleh Pak Ujang.

Kuliah di Rabu Pagi ini cukup membuat mahasiswa yang berada didalamnya ‘terpaksa’ harus interaktif karena hampir disetiap kesempatan Pak Ujang banyak melontarkan pertanyaan menyangkut kepribadian masing-masing mahasiswa. Pertanyaan yang sederhana dan mungkin sering kita jumpai dalam interview jika ingin bergabung dalam suatu organisasi atau lamaran beasiswa dan semacamnya. Namun bagi saya, tetap saja pertanyaan-pertanyaan seperti ini lah yang membuat kita, saya khususnya, berpikir lebih keras dan bertanya-tanya “apakah iya?”.

Pertanyaan yang diberikan Pak Ujang seputar karakter positif dan negatif, kepribadian, bagaimana kepribadian sebelum kuliah di IPB dan sesudah kuliah di IPB, apa perbedaan yang membedakan antara kamu dan adikmu, apa yang mendasari perempuan suka make up menurut sudut pandang laki-laki dan bagaimana sudut pandang yang sebenarnya versi wanita, dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan yang sederhana bukan? Tapi terkadang kita masih suka ragu-ragu untuk menjawabnya. Disini saya mengambil kesimpulan, hal yang mendasari sulitnya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini adalah karena kurangnya intensitas kita untuk merenungi, mengevaluasi diri sendiri dan lebih parahnya mungkin kita tidak pernah memperhatikan dunia sekitar kita, seperti misalnya perbedaan antara adik dan diri sendiri saja maih menjawab “saya tidak punya perbedaan atau persamaan dengan adik saya”. Hal yang mustahil.

Berbicara mengenai kepribadian, sebenarnya apa sih kepribadian itu? Nah, kepribadian itu merupakan gabungan beberapa karakter, dan merupakan karakteristik internal atau karakteristik psikologis. Ada beberapa karakteristik kepribadian, yaitu :
  1. Kepribadian menggambarkan perbedaan individu
  2. Kepribadian menunjukan konsistensi dan berlangsung lama
  3. Kepribadian dapat berubah

Jadi yang dapat kita garis bawahi sebenernya adalah tiga point diatas, dan yang perlu kita ingat adalah kepribadiaan itu dapat diubah. So, bagi kalian nih yang merasa kepribadiaannya buruk. Jangan takut! Rubahlah selagi kepribadiaan itu dapat diubah.

Pada topik kuliah ini Pak Ujang juga membahas mengenai Id, superego, dan ego. Id adalah aspek biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir. Superego adalah tunduk dan patuh pada norma-norma sosial etika dan nilai-nilai masyarakat. Sedangkan, ego adalah unsur yang disadari dan dikontrol oleh manusia, penengah antara id dan supergo.

Disamping membahas kepribadiaan, Pak Ujang juga membahas konsep diri. Konsep diri adalah bagaimana kita melihat diri kita secara fisik dan psikologis. Ada empat dimensi konep diri menurut Hawkins dan Mothersbaugh (2010), yaitu :
  1. Actual self-concept, bagaimana seorang konsumen memandang dirinya akan mempengaruhi produk yang akan dibeli.
  2. Ideal self-concept, seseorang yang memilliki harga diri yang tinggi akan memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa dia akan melaksanakan tugasnya dengan baik.
  3. Private self-concept, bagaimana seseorang melihat dirinya yang sebenarnya.
  4. Social self-concept, pandangan orang lain terhadap diri seseorang.
Contoh hubungan antara konsep diri dan perilaku konsumen, jika terdapat suatu produk atau merek yang disukai oleh seorang konsumen, dan dia ingin memilikinya karena ia memandang bahwa citra produk tersebut sesuai atau merefleksikab cita dirinya. 


Sekian dulu ya cerita perkuliahan Rabu pagi with Pak Ujangnya!
Sampai ketemu di cerita perkuliahan selanjutnya!
Salam Mahasiswa!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Lanjutan) PART 2 - The Turning Point of My Life, Semua Berawal dari Cinta

PART 1 - The Turning Point of My Life, Semua Berawal dari Cinta