GUNDAH GULANA MELANDA DI TAHUN PERTAMA
Cerita
ini aku tuliskan
di gerbong terdepan-khusus wanita,
di gerbong terdepan-khusus wanita,
perjalanan
menuju ranah tempat
kini ku menimba ilmu.
kini ku menimba ilmu.
Desember,
2017.
Tahun
ketiga ketika SMA adalah masa yang-teramat membuatku galau. Disaat aku sedang
jenuh-jenuhnya dengan ujian sekolah yang tak ada henti-hentinya, terkadang aku
masih mempertanyakan "Untuk apa aku kuliah? Toh banyak orang diluar sana
yang tanpa berkuliah pun dapat sukses." pikirku pendek. Namun kini aku
memahami dan mengerti untuk apa aku kuliah. Jawaban itu aku dapat setelah
sekitar satu semester aku duduk di bangku perkuliahan.
Semester
pertama, permulaan aku benar-benar beradaptasi dengan lingkungan baru yang
bernama kampus dan segala ketidaknyamanannya. Lagi dan lagi, aku merasa
terkadang pendidikan formal itu hanya membebankan dan mematikan kreativitasku.
Tak jarang, keyakinanku untuk tetap bertahan dalam dunia perkuliahan sering
kali tergoyah. Sering kali hati ini berteriak "Ah Aku Tidak Mau
Berkuliah!"
Beberapa
kali mendapat info tentang beasiswa belajar bahasa inggris, dan sempat
berpikiran untuk mengambil cuti kuliah agar bisa ikutan program beasiswa
tersebut. Dengan begitu peluang untuk aku kuliah ke luar negeri mungkin lebih besar. Tapi setelah dipikir ulang tentang biaya kuliah yang tetap harus
ditanggung, aku berusaha untuk mengalah dengan egoku.
Awal
semester kedua kuliah, aku menemukan kenyamanan baru, yaitu menghafal quran.
Sejak libur semester kemarin aku mengikuti sebuah program liburan quran camp,
dan disana lah aku menemukan kenyamanan baru untuk berlama-lama dengan
Al-Quran. Sempat terbesit dalam benak dan terucap di depan Ibuku, "Mi,
rasanya bibah maunya ngafal aja." Namun orang tuaku menasehati, ketika
kita mau terfokus ke suatu hal belum tentu bisa fokus seperti apa yang kita
harapkan, apalagi menghafal quran, untuk fokus ke sana godaan pasti sangat
berat dan ujian pasti berkali-kali lipat. Jalanin aja sembari kuliah, dengan
begitu malah bisa saja lebih fokus, kuliah dapat hafalan pun dapat.
Sebenarnya
tidak persis seperti itu perkataannya tapi intinya itulah yang ku dapat dari
makna nasihat ibuku.
Ego
dalam diri pribadi untuk keluar dari zona ketidaknyamanan bernama kuliah
rasanya masih besar, beragam alasan diciptakan agar barangkali menemukan alasan
yang tepat untuk tidak berkuliah. Iya itulah kenyataan yang pernah berkecamuk
dalam diri ini.
Namun
kini terjawablah sudah semua atas pertanyaanku dan makin membulatlah keyakinan
untuk tetap berjuang dalam ketidaknyamanan kuliah. Kenapa? Pertama, aku mengaku
akan dosa atas semua pertanyaan dan upayaku untuk tidak berkuliah. Sikap yang
seharusnya tidak aku lakukan, seharusnya kuliah adalah hal yang sepatutnya
paling aku syukuri pertama kali. Tidak semua orang dapat merasakan kenikmatan
dapat bergabung diantara orang-orang beruntung lainnya untuk mengenyam
pendidikan yang lebih tinggi. Kedua, di kampus pertanian ini lah aku semakin
yakin, bahwa belajar bukanlah hanya ketika kita bertatap muka dengan dosen,
mengerjakan tugas kuliah, ujian kemudian mendapatkan nilai bagus, tapi belajar
adalah bagaimana kita memperoleh hal-apa pun itu-dimana pun itu yang sebelumnya
belum pernah kita dapat, kemudian kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
dan menjadikan diri kita menjadi lebih baik.
Singkatnya,
disinilah aku lebih memperbaiki diri terutama dari segi religius, seperti
berpakaian sebagai seorang muslimah yang lebih baik hingga memiliki azzam untuk
menjadi hafidzah. Bagiku, apa yang ku dapatkan sekarang (merasakan) menjadi
muslimah yang jauh-jauh lebih baik dan menjadi dekat dengan Al-Quran adalah
anugerah dari Allah S.WT yang mungkin tidak akan pernah ku dapat jika aku tidak
berkuliah di kampus tercinta ini, kampus pertanian.
Sekian.
Tips
:
1.
Buat kamu yang lagi
lemah imannya sama dunia pendidikan. Ingat diluar sana banyak orang yang mau
sekolah tapi tidak mampu mungkin dari segi ekonomi, akademis, atau bahkan
kesehatan. So, AYOK SEMANGAT STUDINYA! LURUSKAN NIAT LILLAHI TA’ALA!
2.
If you are probably
not lucky yet, Hey you must believe that you have potential to grow as much as
you want. Don’t warry, Allah besides you.
Komentar
Posting Komentar