Beasiswa Bazma Pertamina
Inilah Saya Bagi Keluarga dan
Kontribusi yang Telah,
Sedang, dan Akan Saya Berikan untuk Indonesia
Oleh : Nusaibah Abdul Aziz
Setiap individu anak Indonesia memiliki potensi yang beragam dan akan
menjadi aset berharga negara jika diarahkan, dikembangkan, dan tentu individu
tersebut memiliki keinginan untuk berkembang. Dan saya yakin bahwa saya telah
dan akan menjadi salah satu aset unggul berharga negara. Saya mengatakan
‘telah’ karena saya sudah melewati langkah pertama, yaitu keinginan untuk perubahan.
Dan ‘akan’ karena saya sedang melalui tantangan proses belajar untuk perubahan.
Proses yang tidak akan ada hentinya sampai akhir hayat, karena sejatinya hidup
adalah proses belajar dan saya mencintai proses pembelajaran tersebut untuk
perubahan yang lebih baik.
Saya selalu mencari cara agar proses belajar dalam hidup tidak akan
pernah berhenti. Usai melewati proses pembelajaran di bangku sekolah, saya
memilih untuk mempelajari ilmu Manajemen di kampus pertanian, Institut
Pertanian Bogor. Jurusan tersebut saya pilih dengan bermodal awal keinginan
untuk dapat membantu mengembangkan usaha yang ditekuni oleh ibu, orang tua
tunggal, secara mandiri sejak lima tahun terakhir setelah kepergian ayah. Usaha
yang bergerak dalam bidang jasa dan membutuhkan tenaga kerja kasar untuk
mengoperasikannya telah memberikan banyak pembelajaran untuk saya. Membuat
kenyataan hidup keras di luar sana semakin jelas tergambarkan, bekerja
siang-malam menghadang terik sinar matahari bahkan dinginnya angin malam hanya
untuk mencari beberapa perak yang kini semakin tidak bernilai harganya. Ilmu
manajemen adalah ilmu yang tepat dan sejalan bagi saya untuk dapat mewujudkan
cita-cita yaitu selain berbakti kebada orang tua, saya ingin dapat mengatur
sedemikian rupa agar tercipta lapangan pekerjaan yang layak dan terjamin untuk
masyarakat luas, bahkan untuk pekerja kasar sekalipun. Saya ingin menciptakan
prestise bahwa pekerja kasar pun tidak kalah bersaing dan bergengsi. Salah satu
upaya yang bisa saya lakukan sekarang untuk mewujudkan angan tersebut adalah
dengan mempelajari ilmu Manajemen di IPB dan turut serta terjun langsung ke
lapangan pekerja, walaupun masih dengan status sebagai pengamat.
Saya merasa
sangat beruntung dapat menjadi bagian dari keluarga Institut Pertanian Bogor,
di sinilah pola pikir saya semakin terbuka lebar tentang pertanian, organisasi,
politik, maupun hubungan antar manusia. Pola pikir tersebut membuat saya
semakin bergairah untuk mengembangkan kemampuan saya, terutama dalam bidang
organisasi. Tidak semulus yang saya bayangkan, ternyata mengikuti sebuah
organisasi pun membutuhkan perjuangan untuk meyakinkan bahwa kita mampu
berkontribusi. Beberapa kali mencoba, beberapa kali juga saya gagal. Namun,
kegagalan tersebut tidak menyurutkan keinginan saya untuk tetap aktif
berkontribusi.
Musyawarah
Nasional Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (Munas Fossei) adalah kepanitiaan
pertama yang berhasil saya yakinkan bahwa saya mampu berperan untuk menyukseskan
dan membawa nama baik IPB sebagai tuan rumah acara tersebut berlangsung.
Kegagalan memberikan saya banyak pembelajaran untuk menghargai setiap detik
keberhasilan. Kesempatan untuk berkontribusi saya pergunakan dengan sebaik
mungkin, bahkan saya memberanikan diri untuk mengemban amanah sebagai bendahara
divisi liaison officer. Bagi saya Munas
Fossei bukan sekedar wadah untuk belajar berkontribusi, namun lebih dari itu,
saya ingin menjadi salah satu orang yang berperan dalam memajukan perekonomian
Indonesia menjadi lebih baik dan bersih. Tentu dengan cara yang saya yakini,
yaitu perekonomian berbasis islam yang kini telah sukses diterapkan di negara
dengan mayoritas non-muslim, seperti salah satunya negara inggris.
Selain
bergabung dalam kepanitiaan, saya juga mencoba aktif dalam organisasi sosial yang
bergerak dalam bidang pendidikan anak, yaitu sanggar juara. Diamanahkan sebagai
pengurus Human Resource Dapartement (Dapartemen
Sumber Daya Manusia) memberikan porsi yang lebih banyak untuk mempelajari
pelaku organisasi, yaitu manusia. Walaupun bukan sebagai tim pengajar secara
langsung, melalui HRD Sanggar Juara saya dapat membantu menjalankan sumber daya
manusia yang ada agar dapat melakukan tugas utama mereka sebagai pengajar,
seperti menyusun jadwal turun lapang, mengadakan pelatihan untuk pengembangan
kemampuan mengajar, dan yang tidak kalah penting adalah menciptakan keakraban
antar pelaku organisasi di dalamnya. Sanggar juara adalah sebagai lagkah awal
saya mewujudkan impian untuk mengobati keresahan terhadap pendidikan kelas
bawah rakyat Indonesia.
Di samping
segala aktivitas perkuliahan, kepanitiaan, dan organisasi, saya memilih rumah
quran sebagai tempat tinggal sekaligus pendidikan non formal untuk menunjang
segala aktivitas agar dapat berjalan selaras dan seimbang antara kehidupan
dunia dengan akhirat. Dengan segala keteraturan di dalam rumah tersebut, mulai
dari jadwal kegiatan belajar mengajar yang dimulai sejak pukul tiga pagi,
jadwal piket, sampai ketertiban untuk pulang tepat waktu (sebelum pukul
sembilan malam) membuat saya harus pandai dan terbiasa mengatur waktu sebaik
mungkin.
Tidak dapat
dipungkiri, segala aktivitas yang saya kerjakan saat ini adalah bagian dari upaya
untuk turut andil berkontribusi bagi negara dan juga merupakan usaha pencapaian
tujuan hidup saya yaitu untuk kembali ke masyarakat dan berguna bagi keluarga, nusa,
bangsa, dan agama.
Komentar
Posting Komentar