Postingan

Consumer Behavior Class (IKK 233)

Gambar
Nusaibah Abdul Aziz H24160032 Departemen Manajemen ( www. manajemen.fem.ipb.ac.id ) Fakultas Ekonomi dan Manajemen ( www. fem.ipb.ac.id ) Institut Pertanian Bogor ( www.ipb.ac.id ) Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 ( Consumer Behavior Class ) Department of Family and Consumer Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id) College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id) Bogor Agricultural University IPB ( www.ipb.ac.id ) Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc ( www.sumarwan.staff.ipb.ac.id , www.Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id , sumarwan@mb.ipb.ac.id ) Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS Ir. Retnaningsih, MS Ir. Md djamaluddin, MSc U jang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.  Jakarta: PT Ghalia Indonesia. Kuliah Rabu Pagi 14 Februari 201 8 Saya Nusaibah Abdul Aziz, mahasiswi Dapartemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manjamen, Institut Pertania...

DAPAT BEASISWA 2+1 dalam Waktu Bersamaan! Rezeki atau Ujian?! (Part 2)

Gambar
            Dihadapkan dalam tiga kondisi yang sama-sama baik, membuat aku tidak main-main dalam memutuskan mana yang terbaik akan aku pilih. Kalau dipikir-dipikir kondisi ini sangat menguntungkan sekali, orang licik bisa saja merekayasa agar mendapatkan dana kuliah dari ketiganya atau minimal dua dari ketiganya. Tapi disini, dari awal banget aku ngurus beasiswa punya prinsip untuk cukup mengambil hak aku saja. Satu beasiswa apalagi sudah mencakup biaya UKT/SPP Kuliah dan biaya hidup bagi aku itu sudah lebih dari cukup.             Dari awal banget yang aku eliminasi adalah Beasiswa PPA, karena beasiswa PPA itu hanya dapat uang saku perbulan, sedangkan sebagai mahasiswa yang ingin meringankan beban orang tua pasti realistis dong maunya beasiswa yang sudah mencakup semuanya. (Buat kalian yang mau tau informasi Beasiswa PPA klik di sini )          ...

DAPAT BEASISWA 2+1 dalam Waktu Bersamaan! Rezeki atau Ujian?! (Part 1)

Gambar
Salah satu impian sejak bertekad untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi adalah mendapatkan beasiswa. "Kemana pun dan dimana pun yang penting dapet beasiswa!" ucapku yang dulu sedang berkeinginan kuat untuk meraih cita ke negeri matahari.             Hal yang terlihat kontradiktif jika dibandingkan dengan cerita yang pernah  di post sebelumnya . Bagaimana bisa seseorang yang seperti terlihat masih ragu untuk kuliah tapi juga memiliki tekad untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi bahkan tekad memiliki beasiswa. Terdengar aneh memang. Tapi yang aku pelajari dari kasus manusia semacamku ini adalah bagaimana seorang manusia berupaya untuk keluar dari zona ketidaknyamanannya dan sempat tergoda dengan bisikan syaitan. But yeay Alhamdulillah aku tidak terjebak! Doakan semoga hingga akhir tetap istiqomah ya.             Sedikit bercerita sebena...

GUNDAH GULANA MELANDA DI TAHUN PERTAMA

Cerita ini aku tuliskan  di gerbong terdepan-khusus wanita, perjalanan menuju ranah tempat  kini ku menimba ilmu. Desember, 2017. Tahun ketiga ketika SMA adalah masa yang-teramat membuatku galau. Disaat aku sedang jenuh-jenuhnya dengan ujian sekolah yang tak ada henti-hentinya, terkadang aku masih mempertanyakan "Untuk apa aku kuliah? Toh banyak orang diluar sana yang tanpa berkuliah pun dapat sukses." pikirku pendek. Namun kini aku memahami dan mengerti untuk apa aku kuliah. Jawaban itu aku dapat setelah sekitar satu semester aku duduk di bangku perkuliahan. Semester pertama, permulaan aku benar-benar beradaptasi dengan lingkungan baru yang bernama kampus dan segala ketidaknyamanannya. Lagi dan lagi, aku merasa terkadang pendidikan formal itu hanya membebankan dan mematikan kreativitasku. Tak jarang, keyakinanku untuk tetap bertahan dalam dunia perkuliahan sering kali tergoyah. Sering kali hati ini berteriak "Ah Aku Tidak Mau Berkuliah!" Beber...